RSS

Kamu percaya

saat ini terbunuh sepi begitu dalam, hingga seluruh jiwaku tertanam dalam teori ruang gerak, aku terkapar hingga jiwamu yang puas mentertawakan diriku. ah, kau berhasil memasungku dalam botol hingga aku seperti jiwa-jiwa gila yang terpesona akan nasib sial, kau begitu indah dan aku berhasil memilikimu hingga kau melahirkan generasi merah dan biru, aku masih setia menjadi abu di episod terakhir saat hujan, aku ingin membunuhmu dalam teori waktu, aku ingin menaklukan semua malam hingga jiwamu dalam kekecewaan dalam diriku menguap, seperti musik blues yang mengalir dalam impian senyawa yag kau ciptakan,

hari ini aku melupakan hari pernikahan kita, aku tenggelam dalam alunan biola hingga aku menjadi sebuah arca batu yang menganga. bahkan ketika aku lewat di toko sepatu, aku melupakan sepatu yang pernah kau minta beberapa bulan lalu. aku begitu hina, hingga aku terpesoan gadis lain dalam pelukan senja, dalam senyuman pelangi yg mengajakku berlari dalam impian blues.

teori-teori masa kuliah dulu seperti tumpukan sampah yg menjadi kompos dan menyuburkan sakit hatimu, aku menulis puisi aku baca di makam tua di bawah sore. menjelang malam aku menyanyikan lagu duka sambil melewati jalan setapak di mana dulu kita sering melewati senja saat aku menjemputmu bekerja.

dukamu adalah sebuah meriam yg lama tak kubersihkan…

 
Leave a comment

Posted by pada Juni 4, 2012 in Cerita Saya

 

Kaitkata: , ,

Atas Nama Cinta Dan Hari Naas

aku masih ingat saat aku berhasil menjabat tanganmu di pesta pernikahan teman dari temanmu, aku berhasil mengajakmu meneguk teh hangat yag terpaksa aku minum, karna di pesta pernikahan temanmu tak di ijinkan meminum Vodca. dan aku menghargai sebuah harmoni pernikahan walau buatku hal yg bodoh atas nama sebuah pesta. entah itu pesta apa. pesta ulang tahun,pesta pernikahan,pesat perpisahan,pesta segala pesta. buatku semua itu hanya sia-sia. hanya perjalanan manusia kerdil tentang arti sebuah harmoni. aku pikir lebih baik kau hargai.

aku tak sempat menghabiskan air tehku, aku lebih baik pergi menyingkir dari hingar bingar lelah yag gila. dan aku ingin menampar lelakimu, menginjak leher lelakimu,memainkan resah di leher lelakimu, bahkan aku bisa menikam ulu hatinya dan kumakan mentah-mentah di hatimu.

dua bulan kemudian kita bertemu di sebuah taman di kota tua. hampa aku bisa menangkap matamu. cerita dengan lelakimu hanya mimpi buruk yang pantas didapatkan. ketika darah perawan berhasil bercecer di sepray putih tanpa ikatan pernikahan. kau bercumbu menghabsikan malam itu di anatara duka dengan nyanyain kupu-kupu. apa yang kuucapkan ANJING…!

kau terluka ketika lelakimu merenggut selaputmu, bermain dengan perempuan lain dan menikah. kau merasa sakit. aku juga, bahkan aku lebih bahkan sejuta lebih. aku teriak lantang padamu. ingin ku bunuh lelakimu menjadi seratus ribu bagian. akan kupersembahkan darahnya untuk kau gunakan keramas, akan ku persembahkan hati busuknya untuk kau nikmati di gelap sudut taman kota ini. ingin ku berikan penisnya untuk kau berikan ke pada anjing.

atas nama cinta durjana kau begitu gila. gila. gila……….

 
Leave a comment

Posted by pada Juni 3, 2012 in Sampah Didalam Cerita

 

Kaitkata: , ,

Sempurna seperti pagi ini

Tak perlu ku cari –cari, kepada siapa ku akan labuhkan hati ini.
Selamat pagi, kukira burung pipit paham hati ini…
Aku kembali….
Dimana sudut kota itu kita berjanji

 
Leave a comment

Posted by pada Juni 2, 2012 in Cerita Saya

 

Kaitkata: , ,

Semua Terlambat…

Ah, sudahlah…sekarang baru kau katakan kau cinta padaku setelah semua terlambat. kenyataannya saya memang pergi. sudahlah…. kupikir saya bukan laki – laki baik……..

 
Leave a comment

Posted by pada Juni 1, 2012 in Sampah Didalam Cerita

 

Kaitkata: ,

31 Mei

ini tulisan gue yang keseratus sekian, bukan tulisan yang berbobot. tulisan biasa saja, yang mungkin gak enak dibaca.

akhir-akhir ini gue lagi seneng baca blog orang, rata-rata gue gak kenal dengan pemilik blog. hampir dalam kurun beberapa minggu gue menghabiskan beberapa blog untuk gue baca. mungkin hobi aneh.

gue lebih suka dengan bahasa-bahasa simple yang dituturkan penulis blog daripada dengan bahasa yang tinggi dan terkesan jlimet, gue gak peduli dengan kemampuan otak gue yang mampu menangkap hal-hal yang remeh dan bahasa simple.

dan kalau elu-elu baca tulisan gue rada aneh, jangan heran. gue juga bingung dengan tulisan gue sendiri

 
2 Comments

Posted by pada Mei 31, 2012 in Cerita Saya

 

Kaitkata: , , ,

Melukis Dunia…….

Pernah Kucium bibirmu…..
Pernah juga ku genggam tanganmu….
Juga pernah ku dengar deru nafasmu berderu….
Indah bukan saat ku bisikan kata saat senja ini hilang dan berganti dengan mistery. tak perlu kau ganti semua ini tak perlu.

 
2 Comments

Posted by pada Mei 30, 2012 in Puisi Sampah

 

Kaitkata: , ,

Pasangan Tua Pulang Dari Amerika

Sedikit aneh dengan pemandangan kakek nenek yang menikmati teh dan biskuit serta obrolan dengan aksen amerika bercampur belanda,ditambah dengan logat jawa yang terkadang keluar. Mereka adalah pasangan tua yang lama tinggal di negeri super power.

Sedikit aneh saja suasana pagi biasanya bangun pagi suasana tenang,kali ini pagi-pagi sudah berisik obrolan dan suara adukan teh seperti musik yang mengusik pagi.

Sesekali si kakek teriak sambil mengangkat gelas tehnya kearahku yang baru bangun,dalam pikiran kakek serasa di bar saat melihat pemuda gondrong tanpa masa depan di blakon sambil garuk garuk kepala.

Yang bikin jengkel saat si kakek nenek ini meledek lari pagi didepanku yang masih malas di kursi teras.

“kenapa kakek pulang ke indo? Sudah jadi pengangguran terus di depak pemerintah AS.” tanyaku saat kakek itu masuk keteras.
“hahaha,pertanyaanmu terlalu radikal. Kakek sudah pensiun jadi pulang ke indo.”
Sial,berarti tiap pagi ada suara gaduh dan dentingan cangkir teh.dan pagiku kacau balau.

 
Leave a comment

Posted by pada Mei 26, 2012 in Cerita Saya

 

Kaitkata: , ,

Menyalahi Aturan

sambil tawa-tawa, bahkan diiringi cengengesan.

“dengerin hasil karya gue jam dua belas malam.”
“ha..ha..ha..ha… yakin, apa musti jam dua belas malam ada Kuntil anaknya ya Jim.”
“lebih ngena, dan lebih bernyawa,”
“Ha..ha..haaaaaaa.”
“Oke gue pergi dulu besok kasih komentnya.”
“Beres.”

“terus liputan yang gw minta, besok udah mau muat?”
“yakin lo bisa nulis artike bagus?.”
“Itu dia masalahnya jim, gue gak ngerti nulis tentang Musik.”
“jam dua belas malam nanti gue email artikelnya, foto-fot dielo?”

“jam dua belas malam.”
“kalau menyalahi aturan?”
“Lo dikutuk Jadi batu.”
“wa….”

*) Ocehan di stodio…….

 
Leave a comment

Posted by pada Mei 4, 2012 in Sampah Didalam Cerita

 

Kaitkata: , ,

Selalu Ada Blues Di Bulan April

Berpisah atau pergi itu seperti hal yang biasa,suka atau tidak akan selalu merasakan. Begitu juga saat saya mulai jenuh dan penghianatan.

Di pos satpam sehabis ashar,ponselku berdering. Percakapn sedikit serius,perlahan melambat dan berakhir keputusan. Saya berjalan cepat mengikut bayangan yang memanjang terkena cahaya matahari sore.

“sory,kita tidak bisa bekerja sama lagi.” terangku di depan Mr J, matanya hanya menatap. Entah apa yang dipikirkan,kemudian tanganya menarik laci disebelah tangan kanannya. Sebuah amplop ditaruh diatas meja,tanpa suara menatap wajah saya.
“simpan saja uangnya.” terangku,lalu meninggalkan MR J yang diam tanpa ekspresi.

Mbak Gc  menatapku,kemudian menangis sesengguk saat saya berpamitan dan bersalaman. Ya seteru abadi saat saya butuh uang cash saat tanggal tua,yang saya hutangi saat gaji benar-benar kandas dan tanggal muda selalu jauh.

Itu april yg lalu,dan april bulan ini hampir mempunyai cerita yang sama. April hujan,basah,dingin,lembab dan blues.

 
2 Comments

Posted by pada April 7, 2012 in Sampah Didalam Cerita

 

Kaitkata: , , ,

Kejahatan Yang Disepakati

Sebenarnya kita tidak pernah menganggap anggota di markas,selain gak akrab dan tidak tau latar belakangnya kita selalu cuek, karna memang kita di markas suka demokrasi,mejunjung tinggi pancasila dan UUD 45 maka kita terbuka di markas. Alasannya yang sebenarnya ini orang suka bersih-bersih dan mau disuruh-suruh. Ini alasan baku kita terbuka untuk dia.

Profesinya sales,itu menurut pengakuannya. Punya nama keren, tapi kita biasa manggil Beruk Api,bukan karna alasan. Yang jelas ada alasan kenapa kita manggil begitu,dan gak usah di jelaskan disini.

Bulan pertama gabung suasana terkendali,hingga suatu pagi ada tukang sendal datang mencari beruk. Katanya cicilan sandal 4 bulan belum bayar, pagi itu beruk ketangkap basah dan entah apa yang di ucapkan hingga tukang sandal manggut-manggut dan pergi.

Dan hampir setiap pagi ada saja yang nagih,kita sih cuek karna tidak melibatkan kita-kita. Hingga suatu saat beruk pinjam uang sama umbul,dengan alasan adiknya butuh uang spp. Tanpa rasa curiga umbul langsung menyodorkan uang bonusnya ke beruk.

Hari berlalu,beruk sering ilang-ilangan. Tapi masih bisa di hubungi,katanya ada kesibukan jadi jarang datang ke markas. Hingga kita ketemu si tukang bubur langganan kami di markas lama.
“kok saya sering lihat kalian sama R*** aka beruk api” ucap tukang bubur.
“loh,kenal.” jawab umbul
“dia raja hutang,siapa saja kena tipu bro.” jelas tukang bubur.
“semprol.” maki umbul.

Suatu hari menjelang magrib, beruk datang.Dan ide jahat umbul yang sudah disusun lama bakal kesampaian hari ini.

“gue buru-buru ya.” ucap beruk sambil mengambil tas yang lama di tinggal di markas.
“sebentar kita ada acara makan-makan,ikut saja.” ucap umbul kemudian meraih jaket dan mengajak saya,bongo dan beruk naik motor.

Beruk mau lari saat tau motor parkir di depan tukang bubur. Bongo langsung memegang tangan beruk. Drama berakhir,umbul memaki sepuasnya begitu juga tukang bubur,akhirnya jam tangan,dompet dengan isi tak seberapa,hp butut pindah tangan untuk ganti rugi hutang-hutang beruk. Dan topeng beruk terbuka.

 
6 Comments

Posted by pada April 6, 2012 in Sampah Didalam Cerita

 

Kaitkata: , ,

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.